Mengetahui Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya | cabayu.com

Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya
Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya

Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya ~ Dengan tingginya aktivitas yang berlangsung pada jaman modern ini, seringkali orang mengabaikan pola hidup yang dijalaninya. Pola hidup yang serba cepat serta makanan yang serba instan tentunya menimbulkan sebab akibat pada kesehatan. Aktifitas yang tinggi tentu saja memerlukan energi yang besar bagi tubuh. Mengonsumsi makanan yang manis memanglah sangat nikmat di lidah, atau ketika anda sedang meeting dengan klien anda rasanya tidak pas kalau tidak ada secangkir kopi maupun teh manis. Memang hal tersebut tidaklah salah, namun tahukah anda terlalu banyak konsumsi gula bisa beresiko menyebabkan Diabetes Melitus ?

Apa itu Diabetes Melitus ?

Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya. Diabetes melitus atau disebut juga kencing manis diartikan sebagai salah satu kelainan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Penderita diabetes mengalami kenaikan gula darah diatas batas normalnya atau hiperglikemia. Secara alami tubuh akan bermetabolisme untuk menghasilkan glukosa sebagai sumber energi. Glukosa ini akan disebarkan keseluruh tubuh melalui bantuan hormon insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Glukosa merupakan Karbohidrat alami yang dihasilkan dari proses metabolisme. Glukosa inilah yang disebut-sebut sebagai gula darah. Namun glukosa sangatlah berbeda dengan gula yang sering kita konsumsi atau yang dijual. Glukosa yang tinggi juga bisa ditemukan pada minuman ringan dan buah buahan tertentu. Diabetes melitus bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang kemudian memecahnya menjadi beberapa tipe Diabetes Melitus diantaranya Diabetes Melitus Tipe 1, Diabetes Melitus Tipe 2, dan Diabetes Melitus Gestasional.

  1. Diabetes Melitus Tipe 1. Diabetes tipe ini disebabkan karena kurangnya produksi hormon insulin oleh beta pankreas maupun ketidak mampuan hormon insulin dalam memproduksinya. Kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan penyakit autoimun atau kelainan pada sistem imun tubuh. Pada normalnya sistem imun akan bekerja melindungi sel-sel tubuh dari infeksi penyakit akibat virus. Namun pada autoimun, Sistem kekebalan tubuh tidak bisa membedakan antara sel berbahaya maupun sel yang baik dan cenderung menyerang sel yang berada disekitarnya termasuk sel beta pankreas. Sederhananya, imun tubuh malah berbalik menyerang sel tubuh sehingga menimbulkan peradangan. Peradangan ini lah yang menyebabkan sel beta pankreas mengalami kerusakan dan tidak dapat mencukupi kebutuhan insulin. Penderita diabetes tipe 1 akan tergantung pada suntikan insulin selama hidupnya. Hal ini dimaksudkan agar gula darahnya selalu terkontrol  karena belum ditemukan pengobatnya. Biasanya, gejala diabetes tipe 1 muncul mendadak, seperti tiba-tiba sering cepat merasa haus, sering buang air kecil (pada balita sering mengompol), badan menjadi kurus, dan lemah.
  2. Diabetes Melitus Tipe 2. Pada diabetes melitus tipe 2, penyebabnya bukan karena autoimun maupun  kekurangan insulin tetapi lebih kepada resistensi sel sel tubuh nterhadap insulin. Bagaimana resistensi ini terjadi? Penyakit diabetes melitus tipe 2 sering sekali dikaitkan dengan dengan faktor genetik dan lingkungan. DM tipe 2 lebih sering diturunkan melaui genetik terutama pada mereka yang berasal dari keluarga dengan riwayat diabetes atau memiliki resiko lain yang berhubungan dengan diabetes seperti kolestrol tinggi atau hipertensi. Faktor lingkungan didasarkan pada pola hidup dan pola makan yang tidaak sehat.  Diabetes melitus tipe 2 juga sering ditemukan pada penderita obesitas. Resistensi insulin digambarkan sebagai sifat kebalnya sel terhadap insulin. Kekebalan ini dihubungkan dengan tingginya lemak dalam tubuh yang melapisi sel sehingga hormon insulin tidak bisa menembus dinding sel tersebut untuk menyalurkan glukosa. Akbatnya penderita diabetes tipe 2 lebih sering merasa cepat lelah karena kekurangan energi. Gejala lain pada diabetes tipe 2 ialah luka yang sulit sembuh dan gangguan pada penglihatan.
  3. Diabetes Gestasional. Berbeda dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes gestasional ini terjadi pada wanita hamil. Diabetes ini terjadi akibat perubahan sistem hormon yang menyebabkan produksi beberapa hormon meningkat. Peningkatan kadar beberapa hormon yang dihasilkan plasenta membuat sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin (resistensi insulin). Karena plasenta terus berkembang selama kehamilan, produksi hormonnya juga semakin banyak dan memperberat resistensi insulin yang telah terjadi. Namun, diabetes tipe ini akan hilang setelah wanita tesebut melahirkan. Tetapi, mereka memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes gestasional pada saat kehamilan berikutnya dan untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Diabetes melitus bisa terjadi pada siapa saja tanpa terkecuali, terutama jika seseorang memiliki beberapa resiko seperti dibawah ini :

  • Riwayat diabetes dari keluarga
  • Obesitas atau kegemukan
  • Usia diatas 40 tahun
  • Kurang aktifitas fisik
  • kebiasaan merokok
  • pola makan berkolestrol tinggi
  • Stress
  • Hipertensi

Jenis-Jenis Penyakit Diabetes Melitus Dan Gejalanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *